Keamanan Informasi Indonesia dan Patriotisme

Saya ingin mengucapkan terima kasih terhadap Pak Budi Raharjo yang telah memberikan topik tugas yang menginspirasi saya untuk menulis sebuah artikel di blog ini. Pada artikel ini saya berusaha untuk mengungkapkan pola dan kebiasaan “Patriotic-Hacking” yang dilakukan oleh komunitas hacker Indonesia.

Permasalahan keamanan informasi di Indonesia tidak hanya terjadi disebabkan oleh aksi kriminalitas yang mencari keuntungan semata. Justru beberapa kasus besar yang menjadi sorotan media adalah kasus-kasus yang aksinya didorong oleh sebuah ideologi yang patriotis. Walaupun cracking sebenarnya termasuk dalam hal yang merugikan pihak lain sehingga termasuk dalam aksi kriminal, para cracker menggunakan kemampuannya meretas sistem pihak lain bak seperti demonstran yang terjun ke jalan dan meninggalkan jejak-jejak tulisan pesan yang ingin mereka sampaikan dan didengarkan.

Aksi-aksi tersebut tidak hanya dilakukan sebagai perlawanan terhadap hacker dari bangsa lain, tapi juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah berserta aparatur terhadap kejadian-kejadian yang dianggap merugikan rakyat Indonesia.

Berikut adalah beberapa list kasus peretasan sistem yang didorong oleh stimulus ideologi dan bukan keuntungan kriminalitas semata-mata.

  1. Cyber War antara Indonesia dengan Malaysia (2008)
  1. Protes terhadap perlakuan Polri atas Susno DuajiĀ  (2010)
  1. Kekecewaan terhadap kondisi bangsa dengan meretas situs TNI (2011)

Cyber War antara Indonesia dengan Malaysia

Dikarenakan berbagai isu yang membuat hubungan Indonesia – Malaysia bersitegang, tidak hanya pemerintah dan tentara negara masing-masing yang mengambil kuda-kuda perseteruan hukum. Pada tahun 2008 dimana ketegangan antara kedua negara memuncak, perang antar kedua negara sudah pecah di dunia cyber. Awal dari peperangan cyber tersebut adalah antara yadoyy666 dari Indonesia dengan lawannya Alien Crew asal Malaysia.

Kedua komunitas hacker tersebut saling mengumpulkan point jumlah deface terhadap situs asal negara lawan. Perseteruan semakin ramai setelah bergabungnya komunitas-komunitas hacker lain dari masing-masing negara. Saling ejek antar masing-masing hacker dari negara Indonesia dan Malaysia dilakukan melalui peninggalan pesan dan gambar hasil deface situs resmi.

Protes terhadap perlakuan Polri atas Susno Duaji

Pada tahun 2010, kasus pengungkapan borok di tubuh Polri mulai diungkapkan oleh mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji. Sikap aparat penegak hukum negara terhadap whistle-blower tersebut terkesan secara vulgar mencoba untuk membungkam dan menutup-nutupi statement-statement Susno Duadji yang selayaknya bisa digunakan sebagai awal untuk membersihkan pelaku organisasi di tubuh Polri. Sikap tersebut yang secara terang-terangan mencoba untuk membalikkan statement-statement whistle-blower dan menutupi borok di tubuh Polri menyebabkan perlawanan rakyat di jagat maya mulai berkembang.

Para hacker menggunakan Susno Duadji sebagai ikon perlawanan terhadap korupsi penegakan hukum di Indonesia. Dengan demikian para hacker menggunakan poster Susno Duadji Idolaku dari halaman blog Yosbeda sebagai tampilan utama terhadap situs-situs yang dirusak.

Hingga Jumat (14/5/2010) terdapat setidaknya 60 situs yang telah dideface oleh gambar poster tersebut. Selain itu, situs resmi Polres Metro Bandar Udara Soekarno Hatta juga ikut menjadi sasaranĀ  sebagai bentuk protes rakyat Indonesia yang berkecimpung di dunia maya terhadap ketidak adilan yang terjadi di tubuh penegak hukumnya.

Kekecewaan terhadap kondisi bangsa dengan meretas situs TNI

Berbagai cara dapat dilakukan oleh seorang anak bangsa dalam menyampaikan pesan saran serta kekecewaannya terhadap kondisi pemerintah dan bangsa saat ini. Seorang jurnalis dapat menulis dalam sebuah surat kabar, berbagai LSM dapat turun di jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Dengan demikian tidak mengherankan bila seorang hacker menggunakan kemampuannya untuk meninggalkan pesannya secara langsung di situs web TNI.

Tidak beberapa lama ini pada tahun 2011, seorang hacker meninggalkan pesan keluhannya pada situs milik TNI di tni.mil.id. Pesan yang ditinggalkannya ditulis di sub halaman http://tni.mil.id/images/ dengan tampilan beberapa gambar mantan Presiden Soeharto disertai tulisan:

“INDONESIA LEBIH DISEGANI DUNIA DI JAMAN SUHARTO……
TAPI SKRG APA..?

malingsia dulu takud sama kita,
tapi
sekarang apa????”

Advertisement
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.